Kematian itu seperti apa? Apakah ia berwujud?
Kalau iya, seperti apa wujudnya? Apakah ia bisa berbicara? Kalau iya, mungkin
seperti inilah percakapanku dengannya.
Aku : Kau itu siapa?
Kematian : Aku
adalah takdirmu.
Aku : Untuk apa kaudatang?
Kematian :
Untuk menggenapi takdirmu.
Aku :
Bisakah kau tidak usah datang saja?
Kematian :
Tidak ada yang abadi, Manusia.
Aku :
Kapan kau akan datang?
Kematian :
Kapan saja.
Aku : Lalu apa yang harus aku lakukan selama menunggumu?
Kematian : Cukup manfaatkan waktumu sebaik yang kau bisa.
Aku :
Sesederhana itu?
Kematian : Untuk apa terus bertanya? Sudah kubilang, manfaatkan waktumu! Jangan kaubuang lagi! Ingat, jatah waktumu
itu tetap. Tidak akan berkurang, tidak juga bertambah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar