Sekarang ini aku ingin menceritakan apa-apa saja yang pernah aku alami
semenjak aku sakit. Tentu saja yang berhubungan dengan penyakitku. Di bawah ini
hanya beberapa saja. Aku malas jika harus menceritakan semuanya.
- Aku
mengalami serangan pertamaku sewaktu aku baru saja akan menginjak umur 11
tahun. Waktu itu sekitar pertengahan bulan Agustus. Aku merasakan rasa
sakit yang luar biasa di kepalaku. Karena tidak sanggup menahan rasa sakit
itu, aku pun tersungkur dan tidak sadarkan diri. Saat aku membuka mata,
aku sudah berada di rumah sakit. Tidak ada permeriksaan yang lebih lanjut
karena dokter mengatakan aku hanya lelah berlebihan.
- Berselang
kira-kira 3 bulan, aku mendadak kehilangan kemampuan melihat. Mama sangat
khawatir dan langsung membawaku ke rumah sakit. Karena kebutaan mendadak
itulah, aku jadi tahu kalau ada sel-sel kanker yang bersarang di otakku.
- Selama 2
minggu penuh, aku di rawat di rumah sakit untuk memulihkan penglihatanku. Di
sanalah aku mengenal Dokter Riko dan Suster Acha.
- Beberapa
bulan semenjak aku dipastikan menderita kanker otak, aku merasa suasana di
rumah menjadi sangat berbeda. Tidak ada keceriaan. Tawa pun tidak.
Semuanya berubah murung dan suram. Aku jadi sering mendapati Mama menangis
diam-diam di halaman belakang rumah. Aku berkali-kali mendapati Papa
memeluk Mama yang tengah menangis. Papa memang tidak menangis, namun aku
tahu Papa tidak lebih kuat dari Mama. Suasana rumah menjadi kelabu seperti
aku sudah pergi saja.
- Berkali-kali
aku diserang oleh rasa pusing yang memualkan. Saat serangan itu datang,
aku merasa seperti tengah berdiri di atas perahu yang tengah
diombang-ambing oleh ombak besar. Biasanya, pada akhirnya aku akan
memuntahkan isi lambungku. Tidak persis memuntahkan sebenarnya. Lebih
tepatnya menyemburkan.
- Aku sudah menjalani kemoterapi sebanyak 4 kali. Rasanya sungguh menyiksa. Setelah kemoterapi yang keempat, Dokter Riko mengatakan aku tidak akan sanggup menjalani kemoterapi selanjutnya karena fisikku melemah. Aku tidak membantah. Aku memang tidak sanggup sampai-sampai saat itu aku berpikir lebih baik aku segera mati saja. Sekarang aku hanya diminta untuk meminum beberapa obat yang aku tahu itu hanya untuk menunda kematianku saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar