Setiap napas yang kautarik akan membawamu ke satu
takdir yang tidak akan pernah bisa kauhindari. Kematian.
Aku
sempat berpikir untuk menahan napas sebab jika kalimat itu benar, maka aku
tidak akan mati. Akan tetapi, kemudian aku sadar, dengan menahan napas aku juga
akan mati. Serba salah, bukan? Aku lalu menyimpulkan satu hal.
Kematian adalah
teman yang paling setia karena ke mana pun kita pergi, apa pun yang kita
lakukan, kematian akan selalu mengikuti kita....
***
Melarikan diri dari kematian, apa
mungkin? Apa bisa?
Hari ini aku tidak belajar bersama Mama. Mama
tengah sibuk membuat kue kering di bawah. Ada Bibi Nindy—tetangga sebelah
rumah—yang membantu Mama. Aku sendiri lebih memilih untuk menghabiskan waktu di
kamar dan tidak ikut membantu. Satu-satunya hal yang aku tahu tentang kue
adalah memakannya. Itu saja.
Karena
aku merasa jenuh, aku memutuskan untuk menulis saja. Ketika aku tengah
memikirkan apa yang sebaiknya aku tulis, pertanyaan tentang melarikan diri dari
kematian itu muncul begitu saja.
Aku
mengetuk-ngetuk kening dengan bolpoin yang terselip di antara ibu jari dan jari
telunjuk, memikirkan apa yang bisa aku tulis untuk menjawab pertanyaan itu. Aku menulis karena aku ingin berbagi dan
aku tidak mau asal-asalan.
Aku
berhenti mengetuk-ngetuk ketika aku teringat akan sesuatu. Secara ajaib, aku
teringat akan Kisah Tiga Saudara dalam novel Harry Potter and The Deathly Hallows. Aku tidak tertarik untuk
membahas dua orang dari tiga bersaudara itu. Aku hanya tertarik untuk membahas
si bungsu.
Dalam
kisah itu diceritakan tiga bersaudara itu bertemu dengan Kematian. Ketika
Kematian menanyakan kepada si bungsu apa yang diinginkannya, si bungsu
mengatakan ia menginginkan sesuatu yang bisa membuatnya tidak diikuti oleh
Kematian. Mendengar itu, Kematian pun memutuskan untuk memberikan jubah gaibnya
kepada si bungsu. Jubah gaib itu menjadikan si bungsu tidak terlihat oleh
Kematian.
Selama bertahun-tahun, si bungsu pun
berhasil melarikan diri dari kematian. Namun, pada akhirnya, karena telah
berusia sangat lanjut, si bungsu pun memutuskan untuk menanggalkan jubah
gaibnya. Kematian lalu menemukan si bungsu dan sebagai teman sederajat, mereka
meninggalkan kehidupan.
Si
bungsu sesungguhnya tidak bisa melarikan diri dari kematian.
Setelah
mengingat-ingat Kisah Tiga Saudara itu, aku langsung tahu apa yang sebaiknya
aku tuliskan.
Berani bertaruh? Di dunia ini, tidak
ada satu manusia pun yang bisa melarikan diri dari kematian. Berusaha lari dari
kematian sama saja dengan berusaha lari dari bayanganmu sendiri. Mustahil.
Karena sama seperti bayanganmu, kematian akan selalu mengikutimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar